Selasa, 03 April 2012

ILMU FISIKA DASAR


Dalam tulisan awal saya ini saya ingin menjelaskan atau setidaknya memaparkan apa yang sekarang ini, detik ini, entah untuk nanti atau yang dalam masa lalu, mengenai dasar-dasar ilmu fisika. Saya akan memulai dengan pemikiran bapak fisika dunia yaitu Isaac Newton, yang dengan pemikirannya terhadap dunia alam dikeliling kita (dia saya anggap sebagai filosof alam yang paling handal yang pernah lahir) telah merevolusi segala macam pandangan dan budaya dunia, bahkan bangunan-bangunan teknologi manusia. Saya tidak begitu peduli atas fakta bahwa banyak sekali tulisan-tulisan yang telah membahas mengenai hal ini. Saya disini hanya pengen menulis dan mengajari diri saya untuk lebih mengenal ilmu yang satu ini dengan upaya yang murni dari diri saya bukan karena tekanan pendidikan maupun komunitas fisika. Saya hanya pengen nulis dan nulis saja.
Tulisan saya disini bukanlah mengikuti gaya ilmiah yang menghilangkan subjek penulisnya ketika menorehkan pemahamannya. Tulisan saya merupakan hasil pemikiran dan pemahaman saya, dengan demikian saya ingin menuliskan pemahaman fisika saya dalam kerangka subjektifitas saya sendiri. Apakah ini salah? Menurut saya tidak. Pemahaman kita terhadap alam semesta yang dinamai ilmu fisika juga merupakan hasil dari subjektifitas manusia. Ini setidaknya menurut saya. Oh ya, jikalau ada yang salah dengan pemahaman saya atas ilmu fisika ini, (karena saya yakin banyak sekali orang yang lebih menguasai ilmu ini dibandingkan saya) saya mohon maaf dan mohon dikoreksi. Disini saya lebih mengutamakan dasar-dasar filosofis atas ilmu fisika itu sendiri dan sedikit mungkin untuk mengutarakannya dalam kerangka yang lebih rumit.
Disini sedapat mungkin saya menghindari penggunaan simbol-simbol atau rumus-rumus fisika yang sering membuat alergi para pelajar atau seseorang yang belajar fisika. Tujuannya adalah memahami dan mengerti bukan untuk keperluan tetek bengek hitungan khas rumus-rumus fisika. Baiklah, saya mulai saja mulai dari Hukum Pertama Newton tentang Gerak.
Hukum Pertama Newton Mengenai Gerak Benda
Pertama-tama saya sering membayangkan dan memahami dengan pikiran saya sendiri terutama ketika saya masih kecil dan dalam tahap pemelajaran yang penuh Doktrin (yang saya syukuri) bahwa benda itu bergerak karena ada gaya yang mendorong atau membuatnya bergerak. Saya dengan pengalaman sehari-hari yang melihat dan menyaksikan bahwa benda di sekeliling saya kebanyakan merupakan benda diam, alias tidak bergerak. Dengan demikian pikiran kecil saya yang usil selalu saja mengatakan bahwa benda itu pada dasarnya atau mempuanyai keadaan yang alamiah dalam keadaan diam tak bergerak. Dengan demikian agar benda itu terus bergerak dan tidak pernah berhenti atau diam, benda tersebut haruslah di dorong, di tarik atau di apakan lah. Pengalaman saya juga mengatakan yang seperti ini. Sepeda motor kalau udah kehabisan bensin juga akan berhenti sendiri; Saya berjalan juga membutuhkan ayunan langkah kaki, jika saya berhenti melangkah maka saya pun perhenti bergerak; Saya musti mendorong atau mengangkat kursi yang biasa saya tempati untuk nonton televisi ketika saya berniat untuk memindahkan kursi tersebut. Kursi tersebut akan diam dan tak bergerak jika saya tidak mendorong atau mengangkat dan memindahkannya. Bahkan karena kejadian ini ibarat fakta kebenaran, saya mungkin akau terperanjat dan takut kalau kursi itu jalan sendiri atau berpindah sendiri. Saya kemudian akan mencari apa yang menyebabkan kursi itu bergerak sendiri. Apakah ada yang mendorongnya. Saya akan mencari-cari penyebabnya. Adalah mustahil kursi itu bisa bergerak sendiri. Demikian kata hati kecil saya. Jika saya tidak menemukan sumber gerakan atau yang menyebabkan kursi itu bergerak saya mungkin akan ketakutan dan menyebut bahwa kursi itu didorong oleh Hantu atau sesuatu makhluk gaib yang diluar dunia nyata saya. Saya yakin kebanyakan dari kita akan berkata dan berpikir demikian. Apakah Anda berfikir begitu?
Dengan berjalannya waktu saya juga mengetahui bahwa pikiran kecil saya tersebut merupakan cara pandang umum (common sense) yang masih diikuti oleh banyak orang dahulu kala. Ahli-ahli filsafat sebelum era Galileo pun kebanyakan mengangguki pemahaman yang seperti ini. Dan suatu ketika Galileo mengemukakan pendapat yang berbeda yang kemudian diikuti oleh Newton. Bukankah anda juga berfikir demikian?
Saya tahu dari pendidikan saya, bahwa bumi itu bulat. Saya tahu bahwa tata surya kita memiliki 9 planet (sekarang jadi 8 planet karena pluto sudah tidak dimasukkan lagi ke dalam sistem tata surya kita dengan alasan terlampau kecil dan garis edar nya memotong garis edar planet yang lain). Saya tahu bahwa bulan itu mengelilingi bumi (revolusi bulan terhadap bumi). Saya tahu bahwa bumi itu berputar (berotasi). Saya tahu bahwa bumi tempat saya hidup itu memutari atau mengelilingi matahari (revolusi). Lalu apa hubungannya semua ini dengan Hukum Pertama Newton mengenai Gerak? Disinilah dilema yang muncul terjadi.
Sebenarnya kurang tepat saya membahas dan mengemukakan contoh tentang planet dan matahari atau bulan dalam tulisan ini karena untuk memahami hal ini harus mengetahui aspek dari Pemikiran Newton yang lainnya mengenai Gravitasi. Tapi apa boleh buat, karena saya pikir contoh revolusi rotasi dan sebagainya ini lebih cocok untuk menjelaskan Hukum Fisika Pertamanya Newton. Baiklah saya sedikit bahas dulu mengenai Gravitasi. Saya sih bisa memberikan contoh atau penjelasan yang lain mengenai Hukum Newton ini, mengikuti apa yang sering dibicarakan di buku-buku wajib sekolah atau universitas. Tetapi sudahlah, saya sudah terlanjur ingin membahas dan memahami Hukum Pertamanya Newton dengan cara yang sesuai dengan pengalaman kehidupan saya, bukan dengan cara sistematik khas text book sekolah.
Saya tahu bahwa sesuatu jika dilempar ke udara ia akan kembali ke bumi atau ke bawah. Saya melempar batu ketika saya pengen memetik mangga, dan batu itu pun jatuh kembali ke tanah. Jikalau sedang beruntung mangga yang ingin saya petik dengan cara inipun akan jatuh ke tanah pula alias ke bumi. Saya kemudian juga diajari oleh guru SD maupun orang tua saya (dengan upaya Doktrinasi) bahwa hal itu disebabkan oleh Gravitasi Bumi. Apa itu gravitasi bumi? Demikian pernah saya bertanya. Gravitasi ya yang menyebabkan benda tertarik ke bumi. Begitu kata mereka. Kok muter-muter ngomongnya ya? Segala sesuatu yang memiliki massa kata guru saya, akan selalu kembali ke bawah. Okelah, saya anggap bahwa pernyataan ini benar dulu.
Kembali ke permasalahan kursi yang didorong oleh Hantu. Disini bisa diambil kesimpulan bahwa saya tidak percaya bahwa sesuatu itu bergerak tanpa ada yang mendorongnya. Saya percaya bahwa sesuatu itu atau kursi itu seharusnya diam dan tak bergerak. Lalu ketika saya kemudian diberikan fakta bahwa Bulan itu bergerak mengelilingi bumi setiap hari, selama 24 jam terus menerus tanpa henti, sebagaimana pula bumi yang bergerak berotasi selama 24 jam terus menerus tanpa henti serta bergerak sekaligus mengelilingi matahari 24 jam terus menerus. Karena hal tersebut merupakan sebuah kewajaran dan saya juga menyaksikan dan membuktikannya sendiri saya sampai pada kesimpulan bahwa memang demikianlah adanya gerak bulan dan bumi itu. Saya tidak ada keterkejutan atau keterpanaan mengenai fakta ini.
Akan tetapi saya kemudian lambat laun tahu bahwa dua kepercayaan saya antara kursi yang diam dan bumi dan bulan yang berputar tersebut merupakan dua hal yang bertolak belakang. Bumi dan bulan seharusnya juga diam ditempatnya dan tak bergerak jika mengikuti pandangan saya yang pertama. Tetapi pada kenyataannya bulan itu bergerak. Apakah yang menyebabkannya bergerak? Adakah seseorang atau sesuatu yang mendorongnya terus menerus sehingga ia akan terus bergerak. Apakah ada roket yang mendorongnya terus menerus sehingga ia berkelakuan seperti itu? Ataukah ada Hantu yang membuatnya bergerak seperti itu. Oh ya ada pasti seseuatu yang mendorongnya. TUHAN pasti yang melakukannya. Bukankah IA maha kuasa? Ah pasti DIA setiap saat terus mendorong bulan agar bergerak seperti itu. Demikianlah pikiran saya. Tetapi apa gak capek ya TUHAN itu berbuat seperti itu. Ah, Yang Maha Kuasa mana capek untuk berbuat seperti itu.
Jika saya melibatkan Hantu atau Tuhan dalam persoalan ini, maka pemahaman atau penyelidikan kita atas rotasi dan revolusi bumi akan buntu dan masih menyisakan kontradiksi. Lalu datanglah Newton dengan Hukum Newton Pertamanya mengenai Gerak memberikan solusinya. Kata Newton, yang sedikit berbeda dengan pemahaman saya khas Hantu kursi tadi. Katanya:
Benda itu pada dasarnya akan selalu bergerak lurus beraturan atau diam kecuali jika ia dipaksa untuk mengubah gerakan itu oleh gaya-gaya tertentu.
Ah itu sih sama dengan pemahamanku. Tuh benda memang pada dasarnya diam kan? Eh, ternyata ada yang beda. Newton bilang benda itu bergerak lurus beraturan tanpa ada yang mendorongnya? Bukan begitu? Yup. Newton memang mengatakan bahwa tanpa harus ada dorongan atau usaha atau gaya (usaha / gaya disini adalah dalam istilah keseharina bukan fisika karena ada perbedaan kalau sudah dalam fisika) yang terus menerus pada sebuah benda bisa bergerak terus. Dengan demikian benda itu akan abadi dalam keadaan bergerak tanpa henti jika tidak ada yang menghentikannya. Wah masak sih? Ya memang demikianlah apa yang dinyatakan oleh Newton.
Bulan bergerak tanpa henti karena memang pada dasarnya ia memiliki keadaan seperti ini dari dahulu kala. Dan akan terus bergerak tanpa henti sampai berjuta tahun lagi. Demikian halnya bumi yang terus bergerak dari dulu sampai sekarang dan akan terus bergerak di masa depan nanti. Dia akan bergerak dengan kecepatan yang stabil atau sama. Inilah maksud dari bergerak beraturan. Tidak diperlukan pendorong untuk melakukan ini. Kenapa bulan berputar? Bukankan kata Newton benda itu pada dasarnya bergerak dalam posisi yang lurus beraturan.Berputar bukannya tidak lurus? Ya benar. Anda tentu tidak lupa bahwa dibagian Hukum Newton Pertama itu terdapat penggalan kalimat yang mengatakan “kecuali jika ia dipaksa untuk mengubah keadaan itu oleh gaya-gaya yang berpengaruh padanya”? Dengan demikian gerakan bulan itu berputar dan tidak lurus karena ada yang membelokkannya. Gaya apakah itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah Gaya Gravitasi. Lalu kenapa ia tidak jatuh ke bumi. Andaikan bumi itu datar dan luas sekali maka bulan tentu saja akan jatuh ke bumi. Sayangnya kita tahu bumi itu bulat, sehingga setiap kali bulan tertarik ke bumi, ia seperti mengikuti lekukan bulatan bumi. Dengan demikian ia terus tertarik dan mengikuti lekukan bumi itu, dan hasilnya adalah sebuah perputaran. Ini seperti gerakan kelereng yang diputar di dalam baskom yang cekung. Anda bisa membuktikannya. Dengan demikian teka-teki tata surya kita terpecahkan oleh Newton. Bukti-bukti dari Galileo dan pemahaman Copernicus diperkuat oleh Hukum Newton Pertama ini.
Lalu kenapa kursi yang saya duduki setiap hari untuk nonton Office Boy atau Tukul Arwana dengan Empat Matanya itu tidak bergerak? Dan kalau saya dorong ia kemudian berhenti? Bukankan itu menyalahi aturan Hukum Newton?
Penjelasannya adalah gesekan yang menyebabkan kursi itu berhenti. Jika tidak ada Gravitasi dan gesekan maka kursi itu tentu berlaku seperti bulan bukan? Anda tahu kan gesekan bisa membuat sesuatu berhenti. Gesekan itu berarti ada dorongan balik yang berlawanan dengan gerakan kursi itu. Sebagaimana anda mengerem mobil atau kendaraan anda.
Sekian dulu penjelasan dan pemahaman saya mengenai Hukum Pertama Newton




sumber :
http://haqiqie.wordpress.com/2007/06/10/memahami-kembali-fisika-dasar-hukum-pertama-newton-mengenai-gerak-benda/

Selasa, 13 Maret 2012

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

     Perkembangan ilmu pengetahuan alam menjadi sebuah cerita yang panjang. Perkembangan ilmu pengetahuan alam pun menjadi semacam bukti bahwa ilmu pengetahuan itu terus berkembang. Ilmu pengetahuan alam merupakan hasil usaha manusia untuk memecahkan "misteri" yang tersebar di alam raya.
     Konon, usaha ini sudah mulai dilakukan sejak zaman socrates (seorang filsuf besar yang tinggal di yunani). Memang, perkembangan ilmu pengetahuan alam tidak lepas dari kegiatan berfilsafat manusia.


PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Sebelum Socrates

     Diawali sejak zaman sebelum Socrates, para filsuf banyak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan asal usul alam raya. Awalnya, kegiatan ini dilakukan karna adanya kekaguman dan keingintahuan manusia terhadap segala hal yang mereka lihat dalam hidupnya.
     Arche atau asal muasal menjadi fokus utama perdebatan para filsuf sebelum datangnya socrates. Bisa dibilang bahwa kegiatan ini menjadi cikal bakal dari perkembangan ilmu pengetahuan alam yang ada didunia ini. Sebut saja Phytagoras, seorang filsuf dan juga ahli matematika menyatakan bahwa alam ini tersusun dari angka-angka.

2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Kehidupan Yunani Dikuasai Mitos

     Alam kehidupan yunani memang sangat dikuasai oleh mitos-mitos. Banyak Dewa yang dihubungkan dengan segala fenomena alam yang terjadi pada saat itu. Baik fenomena yang menguntungkan maupun merugikan. Bagi kaum filsuf, keberadaan Dewa hanyalah imajinasi atau proyeksi kelemahan manusia.
     Mereka percaya bahwa manusia mampu menjawab teka-teki alam ini menggunakan alam mereka. Di sanalah, ilmu pengetahuan alam mulai berdiri, diatas rasio akal manusia, dan meninggalkan segala macam mitos yang tidak berguna. Mitos pun pada akhirnya menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan alam itu sendiri.

3. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Copernicus

     Memasuki pertengahan abad, ketika kekuasaan gereja sangat besar, perkembangan ilmu pengetahuan seolah berhenti dari aktivitasnya. Segala hal yang bertentangan dengan TUHAN dan kekuasaannya cepat-cepat disingkirkan oleh gereja. Ilmu pengetahuan alam dan filsafat pun dianggap memasuki masa kegelapan saat itu.
     Usaha keras dilakukan oleh Copernicus, seorang fisikawan yang berani menentang pendirian gereja. Ia menolak argumen gereja yang menyatakan bahwa pusat jagat raya adalah bumi. Menurutnya, jagat raya adalah matahari. Usaha Copercinus ini menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam.
     Bagi Karl Popper, apa yang dilakukan oleh Copernicus adalah revolusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan alam. Copernicus telah membuka jalan besar bagi manusia untuk terus berusaha dalam membuka tabir yang ada di alam raya. Copernicus dianggap sebagai Bapa Fisika Modern generasi awal sebelumdisusul oleh Isaac newton.

4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Fisika Modern

     Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam atau lebih populer dengan sebutan sains, ditandai dengan munculnya fisika modern sebagai tonggak ilmu pengetahuan. Sains modern ini menolak seluruh argumen yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya melalui eksperimental. Adalah perkataan sia-sia bagi mereka jika suatu pernyataan tidak dapat terbukti benar atau salahnya.
     Persis apa yang disampaikan August Comte bahwa perkembangan manusia akan berujung pada puncak ilmu pengetahuan. Mitos, filsafat dan agama, menjadi tergeser argumen-argumennya dan manusia akan sampai pada suatu masa ketika ilmu pengetahuan alam menjadi sangat berperan. Disinilah, perkembangan ilmu pengetahuan alam menjadi perhatian banyak pihak.

5. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Newton dan Einstein

     Dua nama tersebut bukanlah tokoh asing yang ada dalam perkembangan ilmu pengetahuan alam. Newton (1643-1727) adalah seorang fisikawan yang terkenal dengan beberapa teori yang ia cetuskan. Misalnya, teori mekanika, optik, atau yang lebih populer tentang gravitasi Newton. Sementara Einstein (1879-1955), lebih terkenal tentang teori relativitasnya.
     Untuk memahami penjelasan Newton
Contoh : Ambil satu buah semangka. Kemudian belah rata menjadi dua bagian. Anda akan melihat titik pusat buah semangka itu. Disanalah menurut Newton pusat gaya tarik bumi berada. Setiap benda yang jatuh  dibumi akan ditarik oleh satu kekuatan menuju pusat bumi.
     Menuru Einstein, gravitasi terjadi karena ruang dan waktu melengkung.
Contoh : Bentangkan sebuah kain sarung dan letakkan buah semangka tepat ditengahnya. Kain sarung diibaratkan sebagai ruang dan sarung, sedangkan semangka sebagai bumi. Angkat ujung sarung (oleh dua orang) secara bersamaan. Maka anda akan melihat bagian sarung yang terkena beban semangka menjadi melengkung sesuai dengan bentuk semangka itu.
     Perbedaan penjelasan dalam dunia sains mengenai suatu peristiwa hal wajar. Terkadang dari perbedaan itulah, ilmu pengetahuan alam terus berkembang. Namun yang menjadi ciri utama pengetahuan alam adalah sifat dan usaha mereka yang selalu mengarah pada  tujuan objektif. Tujuan objektif adalah tujuan yang dilandasi metodologi, eksperimen, dan pembuktian ilmiah.
     Kini perkembangan ilmu pengetahuan alam terus terjadi dengan berbagai cabangnya masing-masing. Fisika pun terbagi-bagi lagi ke dalam konsentrasi yang lebih spesifik, misalnya fisika matematis, fisika teoretis, mekanika, optik, fotoelektrik, elektromagnetik, termodinamika, dan nuklir.
     Perkembangan ilmu pengetahuan alam pada hakikatnya berdampak baik bagi kehidupan manusia. Manusia menjadi lebih pintar serta lebih memahami apa yang sesungguhnya terjadi di alam ini. Karena manusia sudah lebih mengerti, manusia akan dengan sendirinya berpikir untuk "bersahabat" dengan alam serta ilmu pengetahuan yang melingkupinya.


SUMBER : http://www.anneahira.com/perkembangan-ilmu-pengetahuan-alam-13396.htm

Kamis, 19 Januari 2012

manusia dan keadilan

I. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.


II. MACAM-MACAM KEADILAN


a. KEADILAN LEGAL ATAU KEADILAN MORAL
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk member tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.
b. KEADILAN DISTRIBUTIF
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
c. KEADILAN KOMUTATIF
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
d. KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.
Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk.
Kejujuran besangkut erat dengan masalah hati nurani. Menurut M.Alamsyah dalam bukunya budi nurani dan filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupan kebenaran illahi (M.Alamsyah,1986 :83). Nurani yang di perkembangkan dapat jadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Kejujuran ataupun ketulusan dapat di tingkatkan menjadi sebuah keyakinan atas diri keyakinannya maka seseorang di ketahui kepribadianya.
Dan hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus-menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konfik batin, ia akan selalu mengalami ketegangan, dan sifatnya kepribadiannya yang semestinya tunggal menjadi pecah.
Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai bata-batas yang di tentukan.


sumber:
http://efrin4mzil.blogspot.com/2009/03/manusia-dan-keadilan.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/manusia-dan-keadilan-beserta-contoh-kasus/

Rabu, 18 Januari 2012

manusia dan pandangan hihup


A.PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

     Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pendapat hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan,pedoman,arahan,petunjuk hidup didunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup banyak macamnya. Pandangan hidup diklasifikasikan berdasarkan asalnya:
a. Pandangan hidup yang bersal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
b. Pamdangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
c. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.


B. PANDANGAN HIDUP MUSLIM
     Rumusan tujuan hidup yang didasari oleh ajaran agama menempati posisi sentral, yakni orang yang hormat dan tunduk kepada nilai-nilai agama yang diyakininya, melalui figure Ulama Kharismatik, atau menurut kitab suci. Menurut ajaran Islam, tujuan hidup manusia ialah untuk menggapai ridha Allah, ibtigha mardhatillah. Firman Allah.   



     Ideologi adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya.


C. IDEOLOGI
     Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.



D. CITA-CITA
Hal yang berkaitan dengan tujuan hidup seseorang menyangkut masa depan. Di dalamnya tersimpan sejuta harapan dan perasaan yang menggebu-gebu untuk mewujudkannya menjadi hal yang mungkin bukan mustahil.


E. KEBAJIKAN
Perbuatan dimana seseorang berbuat kebaikan kepada oranglain untuk membantunya tanpa mengharapkan pamrih.

F. MAKNA KEBAJIKAN
• "Bukanlah menghadapkan wajahmu (mengikuti budaya) ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah :
(1). beriman kepada : Allah, hari kemudian, malaikat- malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan 
(2). memberikan harta yang dicintainya kepada : kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(3). memerdekakan hamba sahaya (budak), 
(4). mendirikan shalat, dan 
(5). menunaikan zakat; dan 
(6). orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan 
(7). orang-orang yang sabar dalam : kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. 

G. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU SESEORANG
Faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang:
• Faktor keluarga
• Faktor lingkungan
• Faktor pergaulan
• Faktor masa lalu

H. PENGERTIAN USAHA/ PERJUANGAN
Hal yang terus diperjuangkan dengan motif tertentu untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan demi tercapainya ambisi tersebut dan dilakukan dengan sungguh sungguh.

I. 3 ALIRAN FILSAFAT
• Idealism
• Rasionalisme
• Materialisme

J. PENGERTIAN KEYAKINAN
Keyakinan adalah percaya akan sesuatu yang bersumber dari hati nurani seseorang. Misalnya percaya kepada ALLAH.

K. LANGKAH LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
• Lebih mensyukuri dengan apa yang telah dimiliki
• Menjaga apa yang sudah ada
• Berpikir jauh ke depan
• Tidak melihat ke belakang
• Percaya diri
• Aktualisasi diri


sumber:
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup.pdf
http://reffitadoremi.ngeblogs.info/2010/12/29/manusia-dan-pandangan-hidup/
http://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080219081930AA0ylmj