Sabtu, 27 April 2013

PENYESUAIAN DIRI DAN STRES


PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN

1.Pengertian Penyesuaian Diri

Penyesuaian Diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery). Pada mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi (adaptation), padahal adaptasi ini pada umumnya lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, atau biologis. Misalnya, seseorang yang pindah tempat dari daerah panas ke daerah dingin harus beradaptasi dengan iklim yang berlaku di daerah dingin tersebut.

Ada juga penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pemaknaan penyesuaian diri seperti ini pun terlalu banyak membawa akibat lain.
Dengan memaknai penyesuaian diri sebagai usaha konformitas, menyiratkan bahwa di sana individu seakan-akan mendapattekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baiksecara moral, sosial, maupun emosional.

Sudut pandang berikutnya adalah bahwa penyesuaian diri dimaknai sebagai usaha penguasaan (mastery), yaitu kemampuan untuk merencanakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan, dan frustrasitidakterjadi.

2. Konsep Penyesuaian Diri
Penyesuaian dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai adaptasi dapat mempertahankan eksistensinya atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial. Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip. Penyesuaian sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi respons-respons sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik, kesulitan, dan frustrasi-frustrasi secara efisien.

Individu memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara yang memenuhi syarat. Penyesuaian sebagai penguasaan dan kematangan emosional. Kematangan emosional maksudnya ialah secara positif memiliki responss emosional yang tepat pada setiap situasi. Disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungannya.

3. Pertumbuhan Personal
Pengertian pertumbuhan personal:
Manusia merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian.

Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.

Dengan adanya naluri yang dimiliki suatu individu, dimana ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam masyarakat yang memiliki suatu norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang religius. Terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalamaan atau empire luar melalui panca indra yang menimbulkan pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimblkan reflexions.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1. Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
2. Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3. Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga. Dari semua faktor-faktor di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.

McDougall menekankan pentingnya faktor personal dalam menentukan interaksi sosial dalam membentuk perilaku individu. Menurutnya, faktor-faktor personallah yang menentukan perilaku manusia. Menurut Edward E. Sampson, terdapat perspektf yang berpusat pada persona dan perspektif yang berpusat pada situasi. Perspektif yang berpusat pada persona mempertanyakan faktor-faktor internal apakah, baik berupa instik, motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia. Secara garis besar terdapat dua faktor.

STRES

1.Pengertian Stres dan Efeknya

Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain. Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.

Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri. Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.

Efek dari stress, yaitu :
Efek dari stress ini dapat bermacam-macam, mulai dari timbulnya uban, membahayakan kesehatan jantung, resiko stroke meningkat, meningkatkan resiko penyakit kronis, memicu gejala depresi,  dan juga tumor dan kanker. Ini terbukti dari berbagai penelitian mengenai stress, yang biasanya berakibat pada munculnya suatu hormon akibat stress tersebut. Diharapkan, di masa depan akan muncul obat-obatan untuk mengatasi berbagai efek dari stress ini. Apalagi stress yang kronis dapat mengakibatkan penurunan kadar protein p53. Sementara itu jenis protein ini dibutuhkan untuk mencegah munculnya kanker.


2. Faktor penyebab Stres

Lazarus dan Cohen (dalam Evans, 1982) mengemukakan bahwa terdapat tiga kelompok sumber yang menyebabkan stress, yaitu :
Fenomena catalismic, yaitu hal-hal atau kejadian-kejadian yang tiba-tiba, khas, dan kejadian yang menyangkut banyak orang seperti bencana alam, perang, banjir, dan sebagainya. Kejadian-kejadian yang memerlukan penyesuaian atau coping seperti pada fenomena catalismic meskipun berhubungan dengan orang yang lebih sedikit seperti respon seseorang terhadap penyakit atau kematian. Daily hassles, yaitu masalah yang sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut ketidakpuasan kerja atau masalah-masalah lingkungan seperti kesesakan atau kebisingan karena polusi.


3. Tipe-tipe Stres Psikologi


  • Tekanan:
  • Frustasi: Frustasi adalah situasi apapun dimana individu tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Kegagalan dan kehilangan adalah dua hal yang terutama membuat frustasi.
  • Konflik: Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
  • Kecemasan: Taylor (1953) dalam Tailor Manifest Anxiety Scale (TMAS) mengemukakan bahwa kecemasan merupakan suatu perasaan subyektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Carlson (1992:201) menjelaskan kecemasan sebagai rasa takut dan antisipasi terhadap nasib buruk dimasa yang akan datang, kecemasan ini memiliki bayangan bahwa ada bahaya yang mengancam dalam suatu aktivitas dan obyek, yang jika seseorang melihat gejala itu maka ia akan merasa cemas. Menurut (Darajat, 1996:27) kecemasan adalah suatu keadaan emosi yang sedang mengalami tekanan perasaan (Frustasi) atau pertentangan batin (konflik).


4. Mekanisme pertahanan diri dan Coping Stres
a. Menghilangkan stres mekanisme pertahanan, dan penanganan yang berfokus pada masalah. Menurut Lazarus (dalam Santrock, 2003 : 566) penanganan stres atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu:

  • Coping yang berfokus pada masalah (problem-focused coping) adalah istilah Lazarus untuk strategi kognitif untuk penanganan stres atau coping yang digunakan oleh individu yang menghadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya.
  • Coping yang berfokus pada emosi (problem-focused coping)adalah istilah Lazarus untuk strategi penanganan stres dimana individu memberikan respon terhadap situasi stres dengan cara emosional, terutama dengan menggunakan penilaian defensif.

b.Strategi penanganan stres dengan mendekat dan menghindar (Santrock, 2003 : 567):

  • Strategi mendekati (approach strategies) meliputi usaha kognitif untuk memahami penyebab stres dan usaha untuk menghadapi penyebab stres tersebut dengan cara menghadapi penyebab stres tersebut atau konsekuensi yang ditimbulkannya secara langsung
  • Strategi menghindar (avoidance strategies) meliputi usaha kognitif untuk menyangkal atau meminimalisasikan penyebab stres dan usaha yang muncul dalam tingkah laku, untuk menarik diri atau menghindar dari penyebab stres
Menurut Ebata & Moos, 1994 (dalam Santrock, 2003 : 567) individu yang menggunakan strategi mendekat untuk menghadapi stres adalah remaja yang berusia lebih tua, lebih aktif, menilai stresor utama yang muncul sebagai sesuatu yang dapat dikendalikan dan sebagai suatu tantangan, dan memiliki sumber daya sosial yang dapat digunakan. Sedangkan, individu yang menggunakan strategi menghindar mudah merasa tertekan dan mengalami stres, memiliki stresor yang lebih kronis, dan telah mengalami kejadian-kejadian yang lebih negatif dalam kehidupannya selama tahun sebelumnya.

c. Berpikir positif dan self-efficacy
Menurut Bandura (dalam Santrock, 2003 : 567) self-efficacy adalah sikap optimis yang memberikan perasaan dapat mengendalikan lingkungannya sendiri. Menurut model realitas kenyataan dan khayalan diri yang dikemukan oleh Baumeister, individu dengan penyesuaian diri yang terbaik seringkali memiliki khayalan tentang diri mereka sendiri yang sedikit di atas rata-rata. Memiliki pendapat yang terlalu dibesar-besarkan mengenai diri sendiri atau berpikir terlalu negatif mengenai diri sendiri dapat mengakibatkan konsekuensi yang negatif. Bagi beberapa orang, melihat segala sesuatu dengan terlalu cermat dapat mengakibatkan merasa tertekan. Secara keseluruhan, dalam kebanyakan situasi, orientasi yang berdasar pada kenyataan atau khayalan yang sedikit di atas rata-rata dapat menjadi yang paling efektif (dalam Santrock, 2003 : 568).

d. Sistem dukungan
Menurut East, Gottlieb, O’Brien, Seiffge-Krenke, Youniss & Smollar (dalam Santrock, 2003 : 568), keterikatan yang dekat dan positif dengan orang lain – terutama dengan keluarga dan teman – secara konsisten ditemukan sebagai pertahanan yang baik terhadap stres.

e. Berbagai strategi penanganan stres
Dalam penanganan stres dapat menggunakan berbagai strategi coping, karena stres juga disebabkan tidak hanya oleh satu faktor, melainkan oleh berbagai faktor (Susman, 1991 dalam Santrock, 2003 : 569).


5. Problem Solving terhadap Stres

Kita mengalahkan stress dengan cara menyelesaikan problem stressor (hal yang membuat stress itu). Misalnya, kita stress karena menderita suatu penyakit, maka kita menyelesaikan masalah dengan berobat sehingga penyakit kita bisa sembuh. Atau bisa juga dengan mengusahakan agar kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang terjadi (bila situasinya sendiri tidak bisa dirubah).


Sumber:
http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html
http://tysar.wordpress.com/2009/06/24/pengertian-kecemasan/
http://yuliamasri-yuliamasri.blogspot.com/2010/05/makalah-kelompok-psikologi.html
http://belajarpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri/
http://salvinirayyan-tugas.blogspot.com/2011/03/stress-dan-penyesuaian-diri.html
http://meltri-elia.blogspot.com/2011/04/stress-menurut-hans-selye.html
http://erriskareza.blogspot.com/2012/02/faktor-faktor-yang-menyebabkan-stress.html
http://mita.blog.unair.ac.id/2012/05/11/efek-stress/
http://health.detik.com/read/2013/02/05/152425/2161718/763/4/ketahuilah-ini-9-efek-mengerikan-dari-stres#bigpic
http://masimamgun.blogspot.com/2010/04/konsep-penyesuaian-diri.html

Rabu, 09 Januari 2013

Fenomena Tes Psikologi

Ayo Gunakan Internet Untuk Lahan Psikologi

Sebelumnya kita telah memahami manfaat internet yang sangat beragam dalam kehidupan kita. Karena memang pada dasarnya internet diciptakan untuk mempermudah pekerjaan dan menyelesaikan berbagai masalah di dalamnya. Tapi jangan salah, kegunaan internet juga banyak yang disalahgunakan. Seperti contoh maraknya penipuan, perkembangan game online yang berdampak negatif di kalangan anak-anak,  sampai beredarnya situs-situs porno yang dapat dengan free di-download ataupun di-upload.

Internet kaya akan fungsi dan manfaat. Dalam bidang ekonomi internet digunakan untuk mengembangkan bisnis serta tawar menawar barang/jasa. Dalam bidang sosial, internet berhasil menyatukan berbagai budaya yang dulunya mungkin tidak pernah saling berinteraksi. Sedangkan  dalam berbagai penelitian-penelitian, internet dapat digunakan untuk mencari data-data yang harus dikumpulkan untuk menyempurnakan bahan penelitian. Bahkan internet mempermudah globalisasi yang akan terus berkembang di dunia.

Hmmm tapi disini kita tidak akan menjelaskan secara detail manfaat internet dalam bidang-bidang di atas tadi. Internet juga menyediakan “berhektar-hektar” lahan untuk bidang psikologi. Di zaman yang serba canggih ini apapun bisa diciptakan dan dilakukan manusia secara praktis. Untuk lebih jelasnya, coba kita bandingkan perbedaan cara kerja psikolog beberapa tahun lalu dengan psikolog zaman sekarang.

Beberapa tahun atau berpuluh-puluh tahun yang lalu para psikolog menyalurkan keahlilan mereka di balik meja kerja dan berhadapan dengan sang klien dalam suatu ruangan kantor. Namun dewasa ini, beberapa psikolog dan para klien tidak usah bersusah payah bertatap muka dalam suatu ruangan kantor untuk sekedar berkonseling. Mereka dapat membuka situs psikologi dan mulai mengeluhkan keresahan mereka atau hanya membaca beberapa artikel yang dapat memberikan motivasi dalam dirinya.

Contohnya saja sepeti situs psikologizone.com, kita dapat memposting artikel, opini dan berita, menyatakan pendapat atau komentar, memberikan rating setiap posting yang ada, mengirimkan pesan ke anggota lain, serta menampilkan profil si penulis. Dengan desain yang cukup menarik dan lengkap, situs ini memberikan layanan yang memadai bagi para psikolog atau para pecinta psikologi. Berikut tampilan situs yang menarik ini:


Cukup lengkap kan teman-teman??
Banyak sekali fitur-fitur yang dapat kita nikmati dengan membuka situs tersebut. Selain berkonsultasi, kita juga bisa mendapatkan berbagai berita dan ilmu pengetahuan mengenai pasikologi. Baik dari psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, psikologi industri & organisasi, serta psikologi sosial.

Selain psikologizone.com yang menjadi lahan bagi para psikolog, ada juga situs psikologi lain seperti e-psikologi.com. E-psikologi.com memiliki tampilan yang terlihat lebih simpel dibandingkan dengan psikologi zone. Seperti dibawah ini:

Situs ini menyediakan beberapa tes psikologi yang dapat kita ikuti serta hasil dari tes yang telah kita lewati. Tes psikologi disini terdiri dari beberapa pertanyaan yang sesuai dengan topik atau tema yang telah tersedia dalam situs tersebut. Setelah kita isi semua pertanyaan yang sesuai dengan diri kita, kita dapat melihat hasil dari tes tersebut. Berikut tes dalam Kuis Perfeksionis yang tersedia dalam layanan ini.

dan hasilnya...

Nah dengan tersedianya layanan kuis seperti ini, kita dapat mengetahui baik dan buruknya sifat kita tanpa harus susah-susah bertatap muka dengan psikolog, kita juga tidak perlu membayar mahal untuk berkonsultasi dan memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Karena para psikolog yang ikut andil dalam penciptaan situs tersebut sudah mendapatkan penghasilannya sendiri dari pembuatan situs psikologi.

The internet’s so usefull for a good people only

Sumber:
http://khaayurika.blogspot.com/2011/11/ayoo-gunakan-internet-untuk-lahan.html



Rabu, 07 November 2012

Pengertian Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal


Self mempunyai peranan yang sangat penting dalam komunikasi antar pribadi dimana self merupakan pelaku utama di komunikasi ini. Berdasarkan self concept, satu orang dan yang lain mempunyai karakteristik yang berbeda. Untuk mengetahui diri saya, saya membutuhkan orang lain karena dengan begitu saya bisa mengetahui tentang diri saya seperti kelebihan yang ada pada diri saya yaitu bertanggung jawab terhadap apa yang saya kerjakan dan tidak mau menunda pekerjaan serta saya mempunyai loyalitas yang tinggi. Saya juga tidak terlepas dari kelemahan dan keterbatasan yaitu tergesa – gesa dalam bertindak dan saya juga orang yang sangat cuek apabila saya merasa benar saya tidak peduli dengan omongan orang lain. Saya juga melakukan pembandingan diri untuk lebih mengetahui diri saya seperti saat saya dihadapkan tekanan saya selalu merasa tidak percaya diri dan tenang dimana berbeda dengan teman saya yang menghadapinya dengan tenang dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.
Self awareness (kesadaran diri) merupakan bagian dimana kita mengetahui diri kita dari pandangan kita sendiri dimana saya mengetahui diri saya dengan membuka diri (open self) kepada orang lain dengan begitu saya bisa mengetahui tentang apa yang ada pada diri saya dan orang lain juga mengetahui. Tetapi tidak semua hal orang lain mengetahui tentang diri saya, karena tidak semua orang bisa dengan cermat tau tentang orang lain dan tidak semua hal yang saya anggap privasi bisa diketahui orang lain dalam hal ini saya melakukan hidden self. Setiap orang mempunyai tingkat kesadaran yang relatif berbeda mengenai dirinya sendiri seperti blind self dimana saya tidak menyadari atau mengetahui akan sifat egois yang saya miliki padahal orang lain mengetahuinya.Untuk meningkatkan kesadaran diri saya dengan aktif mencari informasi tentang diri saya, menanyakan kepada diri saya sendiri dan mendengarkan pendapat orang lain mengenai diri saya.
Saya juga pernah mengalami self esteem di saat-saat tertentu misalnya ketika saya menghadapi ujian saya mengalami ketegangan dan rasa percaya diri saya turun karena tidak bisa menjawab soal ujian. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja oleh karena itu saya berusaha mencari informasi kepada orang-orang terdekat untuk memberikan solusi-solusi dan saya harus melawan hal itu dengan lebih mempersiapkan kembali diri saya sebelum menghadapi ujian dengan belajar lebih giat lagi dan bersikap rilex untuk mengembalikan rasa percaya diri saya.
Keterbukaan diri (self disclosure) yaitu pengungkapan mengenai informasi diri kita kepada orang lain. Dalam melakukan keterbukaan tidak semua hal bisa diungkapkan dan kepada siapa pengungkapan keterbukaan diri itu dilakukan juga tidak sembarangan. Dimana saya lebih terbuka kepada orang-orang terdekat saya seperti kakak, sahabat dan pacar hal ini dikarenakan tingkat kepercayaan yang saya miliki kepada mereka sangat kuat dibandingkan dengan orang lain. Karena jika saya melakukan keterbukaan diri kepada orang lain belum tentu mereka bisa menyimpan rahasia-rahasia saya dan bahkan mungkin mereka juga bisa memberikan solusi yang justru akan menjerumuskan saya. Dengan melakukan keterbukaan saya juga merasa lebih nyaman dan beban psikologi yang saya miliki juga berkurang. Karena dengan begitu saya bisa mendapatkan reward dari melakukan keterbukaan yang berupa solusi yang saya meyakini solusi yang mereka berikan bisa membuat saya lebih baik dan mereka juga bisa memberikan motivasi dan pengalaman yang mereka punya. Ketika saya melakukan keterbukaan dengan orang-orang yang saya percayai juga bisa menimbulkan kerugian kepada saya dimana ketika hubungan saya dan orang-orang terdekat saya tidak harmonis bisa jadi mereka menceritakan semua hal yang mereka tau tentang saya kepada orang lain. Oleh karena itu menjaga hubungan dalam self disclosure sangat penting dan menentukan tingkat kenyamanan kita dalam melakukan keterbukaan diri.
Communication apprehension. Saya menemui hal ini ketika saya berada pada situasi yang tidak tentu sehingga saya mengira-ngira apa yang saya lakukan nanti sudah tepat atau tidak. Hal ini saya dapatkan ketika saya berbicara dihadapan orang banyak saya tidak merasa nyaman dan percaya diri pada situasi itu bahkan saya tidak bisa berbicara dengan lancar seperti biasanya ini disebkan karena saya tidak bisa memprediksi apakah mereka paham dengan apa yang saya bicarakan atau bahkan mereka tidak senang dengan apa yang saya bicarakan. Hal ini membuat saya semakin tidak percaya diri ketika kadar perhatian audience semakain besar kapada saya. Apa yang saya rasakan bisa diatasi dengan menyusun kembali kognitif dan meningkatkan atau melatih keahlian untuk bisa berbicara di depan orang lain dalam situasi apapun,bersikap rileks dan fokus topik yang dibicarakan.
Interpersonal Communication
Komunikasi  antar pribadi (interpersonal communication) adalah kajian tentang proses komunikasi antar dua pribadi yang berbeda dan diharapkan masing – masing peserta komunikasi dapat menangkap reaksi secara langsung baik verbal maupun nonverbal. Komunikasi antar pribadi mempunyai banyak peranan dalam kehidupan manusia  karena :
  1. Komunikasi antarpribadi dapat membantu perkembangan intelektual dan sosial kita. Perkembangan manusia sejak bayi sampai mengikuti pola semakin luasnya ketergantungan dengan orang lain.
  2. Identitas atau jati diri seseorang akan terbentuk melalui komunikasi. Selama berkomunikasi sadar atau tidak seseorang akan mengamati, memperhatikan tanggapan-tanggapan yang diberikan oleh orang lain kepadanya, yang akhirnya seseorang akan menemukan jati dirinya.
  3. Dalam rangka memahami realitas serta menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang dimiliki tentang dunia perlu membandingakn dengan kesan-kesan dan pengertian orang lain tentang realitas yang sama. Perbandingan sosial semacam itu hanya dapat dilakukan melalui komunikasi dengan orang lain.
  4. Kesehatan mental seseorang sebagaian besar ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungannya dengan orang lain.
Kelebihan komunikasi antar pribadi atau komunikasi tatap muka ini merupakan satu rangkaian pertukaran-pertukaran pesan antara dua orang dalam proses komunikasi diantara mereka berhasil menjalin suatu kontak, kontak itu berhasil karena mereka saling mempertukarkan pesan secara bergantian dan berbalas-balasan. Bentuk komunikasi tatap muka mempunyai keistimewaan dimana efek dan umpan balik, aksi dan reaksi langsung terlihat karena jarak fisik partisipan yang dekat sekali. Aksi maupun reaksi verbal dan non verbal, semuanya terlihat dengan jelas langsung. Oleh karena itu, tatap muka yang dilakukan terus menerus kemudian dapat mengembangkan komunikasi antar pribadi yang memuaskan dua pihak. Selain itu komunikasi yang terjadi juga efektif, komunikasi terjadi secara efektif karena :
  1. Keterbukaan, maksudnya adalah keinginan untuk terbuka antara seseorang yang ingin berkomunikasi dengan orang lain.
  2. Empati, artinya merasakan perasaan seperti yang dialami oleh orang lain.
  3. Dukungan, baik yang diucapkan maupun tidak diucapkan.
  4. Kepositifan, mengandung arti yang positif terhadap diri orang lain
  5. Kesamaan, artinya mengetahui kesamaan pribadi atau saling menyadari bahwa kedua belah pihak yang berkomunikasi mempunyai hak yang sama walaupun mungkin kedudukannya berbeda.
Kekurangan dalam komunikasi antar pribadi karena interpersonal communication bermakna ganda (multi tafsir) yaitu semua hubungan mengandung ketidakpastian dimana pesan yang disampaikan ambigu atau tidak pasti. Ambigu terjadi karena orang menggunakan kata yang dapat menginterprestasikan berbeda hal ini membuat komunikan tidak bisa menerima pesan sesuai yang kita inginkan. Komunikasi antar pribadi juga dipengaruhi oleh gangguan bisa berupa suasana fisik yang mengganggu (kebisingan) atau gangguan yang ditimbulkan karena kondisi kejiwaan. Terjadinya komunikasi antar pribadi yang berlangsung spontan membuat kita tidak bisa mengulangi apa yang kita ucapkan sama seperti yang pertama.

Sumber:

Selasa, 05 Juni 2012

Ekologi dan dampak perkembangan iptek terhadap kehidupan manusia


Ekologi dan Dampak perkembangan iptek terhadap kehidupan manusia

 Menurutt Adolf Portman, secara biologis manusia dipandang sebagai premature, karena manusia tidak memiliki daya penyesuaian terhadap lingkungan secara alami. Pada saat manusia bani lahir, tanpa perlindungan orang tua atau lingkungannya, manusia tidak dapat bertahan hidup. Tetapi kekurangan ini diganti dengan kemampuan manusia untuk menciptakan suatu lingkungan tiruan yang bentuknya beraneka ragam. Dalam hal ini manusia dibekali teknik untuk membuat lingkungan menjadi cocok dengan dirinya, sehingga muncul kebudayaan manusia sebagai hasil abstraksi manusia terhadap lingkungan dan permasalahannya.
Makin tinggi tingkat kemampuan berabstraksi, makin tinggi pula kebudayaan orang atau bangsa tersebut Teknik secara umum diartikan sebagai alat perlengkapan dan metode membuat sesuatu yang lebih mengembangkan ketrampilan manusia. Pada dasarnya, teknologi adalah ilmu terapan, sebaliknya teknologi juga mendorong diiptakannya atau ditimbulkannya ilmu pengetahuan yang lebih maju.

1. Perkembangan Teknologi Menurut Para Ahli
Nana Syaodih S. (1997: 67) menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi, yaitu teknologi sederhana.
Terkait dengan teknologi, Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem untuk memecahkan masalah. Ahli lain, Kast & Rosenweig menyatakan Technology is the art of utilizing scientific knowledge. Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai” keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.
2. Pengertian teknologi secara umum
  • proses yang meningkatkan nilai tambah
  • produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
  • Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia Dari beberapa pengertian di atas nampak bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya teknologi. Artinya, bahwa teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah pada ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Sebagai contoh dapat dikemukakan pendapat pakar teknologi dunia terhadap pengembangan teknologi.
Menurut B.J. Habiebie (1983: 14) ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi, terutama teknologi industri, yaitu 1) pesawat terbang, (2) maritim dan perkapalan, (3) alat transportasi, (4) elektronika dan komunikasi, (5) energi, (6) rekayasa , (7) alat-alat dan mesin-mesin pertanian, dan (8) pertahanan dan keamanan.


Beberapa Kebutuhan Manusia berdasarkan Intensitas

Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.

1 ) Kebutuhan primer
Primer berasal dari kata primus, yang berarti pertama. Kebutuhan primer ini disebut juga kebutuhan alamiah karena kebutuhan ini berkaitan erat dengan kodrat kita sebagai manusia. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan pokok.
Seandainya kebutuhan primer tidak dipenuhi, kelangsungan hidup manusia akan terganggu. Contoh kebutuhan primer, antara lain makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal.
2 ) Kebutuhan sekunder
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan atau pelengkap kebutuhan pokok. Kebutuhan sekunder setiap orang dapat berbeda-beda. Contoh kebutuhan sekunder, antara lain radio, perabot rumah tangga, pendidikan, tas, sepeda motor, meja, kursi, alat tulis, dan alat olah raga.
3 ) Kebutuhan tersier
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi dengan baik. Pada umumnya, pemenuhan kebutuhan tersier dilakukan oleh orang-orang yang berpenghasilan tinggi dan biasanya digunakan untuk menunjukkan status sosial. Contoh kebutuhan tersier, antara lain kebutuhan rumah mewah, perhiasan, berlian, dan mobil mewah..
Coba, perhatikan saja di lingkungan sekitar tempat tinggal kalian. Bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, kebutuhan akan sepeda motor menjadi kebutuhan yang mewah. Akan tetapi berbeda dengan orang yang berpenghasilan tinggi. Kebutuhan akan sepeda motor menjadi kebutuhan sekunder. Perbedaan kebutuhan ini disebabkan karena perbedaan tingkat sosial ekonomi

Peranan iptek terhadap ekonomi, sosial, budaya.

Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang dimiliki oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini. Dari zaman dahulu hingga sekarang manusia sudah memiliki akal pikiran untuk berfikir bertahan hidup dan menciptakan sesuatu yang dapat memudahkan proses hidup manusia. Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain yang hidup di dunia ini. Manusia memiliki akal sehat dan pikiran sehingga dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang berguna dan bermanfaat.
 Sejak jaman dahulu sudah banyak manusia yang berusaha menciptakan sesuatu yang dapat memudahkan pekerjaan manusia. Contoh sesuatu yang telah ditemukan oleh manusia dan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia saat ini adalah listrik. Pada saat ini listrik merupakan kebutuhan pokok untuk manusia. Karena segala sesuatu saat ini membutuhkan sumber daya listrik. Segala alat yangtelah dibuat dan listrik yang telah ditemukan merupakan salah satu perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang berhasil dikembangkan oleh manusia untuk membantu atau membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Tentu dari semua alat dan segala sesuatu yang telah diciptakan tidak begitu saja jadi seketika. Para ilmuan berusaha keras melakukan eksperimen dan penelitian sehingga segala sesuatu dapat ditemukan dan dapat diciptakan. Dan hasil ciptaan mereka pun sangat berguna hingga saat ini.
Namun perkembanagan teknologi saat ini tidak hanya memiliki nilai positif, tetapi juga memiliki nilai negative. Mungkin dari segi positif perkembangan teknologi saat ini dapat memudahkan pekerjaan manusia dalam menyelesaikan pekerjaan nya tetapi dari segi negative nya manusia akan menjadi seseorang yang lebih pemalas, misalkan dalam segi kendaraan, mungkin kendaraan sangat berguna dalam kehidupan manusia dan fungsi kendaraan adalah untuk mengantar kita ke tempat tujuan kita dengan cepat dan lebih menghemat waktu tetapi kendaaraan yang menggunakan tenaga fosil akan mengeluarkan gas sisa hasil proses pembakaran dan dibuang ke udara bebas. Jika banyak manusia yang menggunakan kendaraan maka udara di dunia akan menjadi tidak sehat. Begitu juga pembangkit listrik, walaupun listrik sangat berguna untuk kehidupan kita sehari-hari karena peralatan kerja kita rata-rata menggunakan listrik tetapi tempat pembangkit listrik ada yang menggunakan batu bara dan fosil. Hal ini sama dengan kendaraan. Hal ini dapat merusak lingkungan.
Manusia akan selalu mengembangkan teknologi yang sudah ada agar selalu dapat lebih berguna dan semakin efisien. Karena manusia memiliki sifat yang tak pernah puas dengan apa yang telah dia miliki

Sumber :

Selasa, 03 April 2012

ILMU FISIKA DASAR


Dalam tulisan awal saya ini saya ingin menjelaskan atau setidaknya memaparkan apa yang sekarang ini, detik ini, entah untuk nanti atau yang dalam masa lalu, mengenai dasar-dasar ilmu fisika. Saya akan memulai dengan pemikiran bapak fisika dunia yaitu Isaac Newton, yang dengan pemikirannya terhadap dunia alam dikeliling kita (dia saya anggap sebagai filosof alam yang paling handal yang pernah lahir) telah merevolusi segala macam pandangan dan budaya dunia, bahkan bangunan-bangunan teknologi manusia. Saya tidak begitu peduli atas fakta bahwa banyak sekali tulisan-tulisan yang telah membahas mengenai hal ini. Saya disini hanya pengen menulis dan mengajari diri saya untuk lebih mengenal ilmu yang satu ini dengan upaya yang murni dari diri saya bukan karena tekanan pendidikan maupun komunitas fisika. Saya hanya pengen nulis dan nulis saja.
Tulisan saya disini bukanlah mengikuti gaya ilmiah yang menghilangkan subjek penulisnya ketika menorehkan pemahamannya. Tulisan saya merupakan hasil pemikiran dan pemahaman saya, dengan demikian saya ingin menuliskan pemahaman fisika saya dalam kerangka subjektifitas saya sendiri. Apakah ini salah? Menurut saya tidak. Pemahaman kita terhadap alam semesta yang dinamai ilmu fisika juga merupakan hasil dari subjektifitas manusia. Ini setidaknya menurut saya. Oh ya, jikalau ada yang salah dengan pemahaman saya atas ilmu fisika ini, (karena saya yakin banyak sekali orang yang lebih menguasai ilmu ini dibandingkan saya) saya mohon maaf dan mohon dikoreksi. Disini saya lebih mengutamakan dasar-dasar filosofis atas ilmu fisika itu sendiri dan sedikit mungkin untuk mengutarakannya dalam kerangka yang lebih rumit.
Disini sedapat mungkin saya menghindari penggunaan simbol-simbol atau rumus-rumus fisika yang sering membuat alergi para pelajar atau seseorang yang belajar fisika. Tujuannya adalah memahami dan mengerti bukan untuk keperluan tetek bengek hitungan khas rumus-rumus fisika. Baiklah, saya mulai saja mulai dari Hukum Pertama Newton tentang Gerak.
Hukum Pertama Newton Mengenai Gerak Benda
Pertama-tama saya sering membayangkan dan memahami dengan pikiran saya sendiri terutama ketika saya masih kecil dan dalam tahap pemelajaran yang penuh Doktrin (yang saya syukuri) bahwa benda itu bergerak karena ada gaya yang mendorong atau membuatnya bergerak. Saya dengan pengalaman sehari-hari yang melihat dan menyaksikan bahwa benda di sekeliling saya kebanyakan merupakan benda diam, alias tidak bergerak. Dengan demikian pikiran kecil saya yang usil selalu saja mengatakan bahwa benda itu pada dasarnya atau mempuanyai keadaan yang alamiah dalam keadaan diam tak bergerak. Dengan demikian agar benda itu terus bergerak dan tidak pernah berhenti atau diam, benda tersebut haruslah di dorong, di tarik atau di apakan lah. Pengalaman saya juga mengatakan yang seperti ini. Sepeda motor kalau udah kehabisan bensin juga akan berhenti sendiri; Saya berjalan juga membutuhkan ayunan langkah kaki, jika saya berhenti melangkah maka saya pun perhenti bergerak; Saya musti mendorong atau mengangkat kursi yang biasa saya tempati untuk nonton televisi ketika saya berniat untuk memindahkan kursi tersebut. Kursi tersebut akan diam dan tak bergerak jika saya tidak mendorong atau mengangkat dan memindahkannya. Bahkan karena kejadian ini ibarat fakta kebenaran, saya mungkin akau terperanjat dan takut kalau kursi itu jalan sendiri atau berpindah sendiri. Saya kemudian akan mencari apa yang menyebabkan kursi itu bergerak sendiri. Apakah ada yang mendorongnya. Saya akan mencari-cari penyebabnya. Adalah mustahil kursi itu bisa bergerak sendiri. Demikian kata hati kecil saya. Jika saya tidak menemukan sumber gerakan atau yang menyebabkan kursi itu bergerak saya mungkin akan ketakutan dan menyebut bahwa kursi itu didorong oleh Hantu atau sesuatu makhluk gaib yang diluar dunia nyata saya. Saya yakin kebanyakan dari kita akan berkata dan berpikir demikian. Apakah Anda berfikir begitu?
Dengan berjalannya waktu saya juga mengetahui bahwa pikiran kecil saya tersebut merupakan cara pandang umum (common sense) yang masih diikuti oleh banyak orang dahulu kala. Ahli-ahli filsafat sebelum era Galileo pun kebanyakan mengangguki pemahaman yang seperti ini. Dan suatu ketika Galileo mengemukakan pendapat yang berbeda yang kemudian diikuti oleh Newton. Bukankah anda juga berfikir demikian?
Saya tahu dari pendidikan saya, bahwa bumi itu bulat. Saya tahu bahwa tata surya kita memiliki 9 planet (sekarang jadi 8 planet karena pluto sudah tidak dimasukkan lagi ke dalam sistem tata surya kita dengan alasan terlampau kecil dan garis edar nya memotong garis edar planet yang lain). Saya tahu bahwa bulan itu mengelilingi bumi (revolusi bulan terhadap bumi). Saya tahu bahwa bumi itu berputar (berotasi). Saya tahu bahwa bumi tempat saya hidup itu memutari atau mengelilingi matahari (revolusi). Lalu apa hubungannya semua ini dengan Hukum Pertama Newton mengenai Gerak? Disinilah dilema yang muncul terjadi.
Sebenarnya kurang tepat saya membahas dan mengemukakan contoh tentang planet dan matahari atau bulan dalam tulisan ini karena untuk memahami hal ini harus mengetahui aspek dari Pemikiran Newton yang lainnya mengenai Gravitasi. Tapi apa boleh buat, karena saya pikir contoh revolusi rotasi dan sebagainya ini lebih cocok untuk menjelaskan Hukum Fisika Pertamanya Newton. Baiklah saya sedikit bahas dulu mengenai Gravitasi. Saya sih bisa memberikan contoh atau penjelasan yang lain mengenai Hukum Newton ini, mengikuti apa yang sering dibicarakan di buku-buku wajib sekolah atau universitas. Tetapi sudahlah, saya sudah terlanjur ingin membahas dan memahami Hukum Pertamanya Newton dengan cara yang sesuai dengan pengalaman kehidupan saya, bukan dengan cara sistematik khas text book sekolah.
Saya tahu bahwa sesuatu jika dilempar ke udara ia akan kembali ke bumi atau ke bawah. Saya melempar batu ketika saya pengen memetik mangga, dan batu itu pun jatuh kembali ke tanah. Jikalau sedang beruntung mangga yang ingin saya petik dengan cara inipun akan jatuh ke tanah pula alias ke bumi. Saya kemudian juga diajari oleh guru SD maupun orang tua saya (dengan upaya Doktrinasi) bahwa hal itu disebabkan oleh Gravitasi Bumi. Apa itu gravitasi bumi? Demikian pernah saya bertanya. Gravitasi ya yang menyebabkan benda tertarik ke bumi. Begitu kata mereka. Kok muter-muter ngomongnya ya? Segala sesuatu yang memiliki massa kata guru saya, akan selalu kembali ke bawah. Okelah, saya anggap bahwa pernyataan ini benar dulu.
Kembali ke permasalahan kursi yang didorong oleh Hantu. Disini bisa diambil kesimpulan bahwa saya tidak percaya bahwa sesuatu itu bergerak tanpa ada yang mendorongnya. Saya percaya bahwa sesuatu itu atau kursi itu seharusnya diam dan tak bergerak. Lalu ketika saya kemudian diberikan fakta bahwa Bulan itu bergerak mengelilingi bumi setiap hari, selama 24 jam terus menerus tanpa henti, sebagaimana pula bumi yang bergerak berotasi selama 24 jam terus menerus tanpa henti serta bergerak sekaligus mengelilingi matahari 24 jam terus menerus. Karena hal tersebut merupakan sebuah kewajaran dan saya juga menyaksikan dan membuktikannya sendiri saya sampai pada kesimpulan bahwa memang demikianlah adanya gerak bulan dan bumi itu. Saya tidak ada keterkejutan atau keterpanaan mengenai fakta ini.
Akan tetapi saya kemudian lambat laun tahu bahwa dua kepercayaan saya antara kursi yang diam dan bumi dan bulan yang berputar tersebut merupakan dua hal yang bertolak belakang. Bumi dan bulan seharusnya juga diam ditempatnya dan tak bergerak jika mengikuti pandangan saya yang pertama. Tetapi pada kenyataannya bulan itu bergerak. Apakah yang menyebabkannya bergerak? Adakah seseorang atau sesuatu yang mendorongnya terus menerus sehingga ia akan terus bergerak. Apakah ada roket yang mendorongnya terus menerus sehingga ia berkelakuan seperti itu? Ataukah ada Hantu yang membuatnya bergerak seperti itu. Oh ya ada pasti seseuatu yang mendorongnya. TUHAN pasti yang melakukannya. Bukankah IA maha kuasa? Ah pasti DIA setiap saat terus mendorong bulan agar bergerak seperti itu. Demikianlah pikiran saya. Tetapi apa gak capek ya TUHAN itu berbuat seperti itu. Ah, Yang Maha Kuasa mana capek untuk berbuat seperti itu.
Jika saya melibatkan Hantu atau Tuhan dalam persoalan ini, maka pemahaman atau penyelidikan kita atas rotasi dan revolusi bumi akan buntu dan masih menyisakan kontradiksi. Lalu datanglah Newton dengan Hukum Newton Pertamanya mengenai Gerak memberikan solusinya. Kata Newton, yang sedikit berbeda dengan pemahaman saya khas Hantu kursi tadi. Katanya:
Benda itu pada dasarnya akan selalu bergerak lurus beraturan atau diam kecuali jika ia dipaksa untuk mengubah gerakan itu oleh gaya-gaya tertentu.
Ah itu sih sama dengan pemahamanku. Tuh benda memang pada dasarnya diam kan? Eh, ternyata ada yang beda. Newton bilang benda itu bergerak lurus beraturan tanpa ada yang mendorongnya? Bukan begitu? Yup. Newton memang mengatakan bahwa tanpa harus ada dorongan atau usaha atau gaya (usaha / gaya disini adalah dalam istilah keseharina bukan fisika karena ada perbedaan kalau sudah dalam fisika) yang terus menerus pada sebuah benda bisa bergerak terus. Dengan demikian benda itu akan abadi dalam keadaan bergerak tanpa henti jika tidak ada yang menghentikannya. Wah masak sih? Ya memang demikianlah apa yang dinyatakan oleh Newton.
Bulan bergerak tanpa henti karena memang pada dasarnya ia memiliki keadaan seperti ini dari dahulu kala. Dan akan terus bergerak tanpa henti sampai berjuta tahun lagi. Demikian halnya bumi yang terus bergerak dari dulu sampai sekarang dan akan terus bergerak di masa depan nanti. Dia akan bergerak dengan kecepatan yang stabil atau sama. Inilah maksud dari bergerak beraturan. Tidak diperlukan pendorong untuk melakukan ini. Kenapa bulan berputar? Bukankan kata Newton benda itu pada dasarnya bergerak dalam posisi yang lurus beraturan.Berputar bukannya tidak lurus? Ya benar. Anda tentu tidak lupa bahwa dibagian Hukum Newton Pertama itu terdapat penggalan kalimat yang mengatakan “kecuali jika ia dipaksa untuk mengubah keadaan itu oleh gaya-gaya yang berpengaruh padanya”? Dengan demikian gerakan bulan itu berputar dan tidak lurus karena ada yang membelokkannya. Gaya apakah itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah Gaya Gravitasi. Lalu kenapa ia tidak jatuh ke bumi. Andaikan bumi itu datar dan luas sekali maka bulan tentu saja akan jatuh ke bumi. Sayangnya kita tahu bumi itu bulat, sehingga setiap kali bulan tertarik ke bumi, ia seperti mengikuti lekukan bulatan bumi. Dengan demikian ia terus tertarik dan mengikuti lekukan bumi itu, dan hasilnya adalah sebuah perputaran. Ini seperti gerakan kelereng yang diputar di dalam baskom yang cekung. Anda bisa membuktikannya. Dengan demikian teka-teki tata surya kita terpecahkan oleh Newton. Bukti-bukti dari Galileo dan pemahaman Copernicus diperkuat oleh Hukum Newton Pertama ini.
Lalu kenapa kursi yang saya duduki setiap hari untuk nonton Office Boy atau Tukul Arwana dengan Empat Matanya itu tidak bergerak? Dan kalau saya dorong ia kemudian berhenti? Bukankan itu menyalahi aturan Hukum Newton?
Penjelasannya adalah gesekan yang menyebabkan kursi itu berhenti. Jika tidak ada Gravitasi dan gesekan maka kursi itu tentu berlaku seperti bulan bukan? Anda tahu kan gesekan bisa membuat sesuatu berhenti. Gesekan itu berarti ada dorongan balik yang berlawanan dengan gerakan kursi itu. Sebagaimana anda mengerem mobil atau kendaraan anda.
Sekian dulu penjelasan dan pemahaman saya mengenai Hukum Pertama Newton




sumber :
http://haqiqie.wordpress.com/2007/06/10/memahami-kembali-fisika-dasar-hukum-pertama-newton-mengenai-gerak-benda/

Selasa, 13 Maret 2012

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

     Perkembangan ilmu pengetahuan alam menjadi sebuah cerita yang panjang. Perkembangan ilmu pengetahuan alam pun menjadi semacam bukti bahwa ilmu pengetahuan itu terus berkembang. Ilmu pengetahuan alam merupakan hasil usaha manusia untuk memecahkan "misteri" yang tersebar di alam raya.
     Konon, usaha ini sudah mulai dilakukan sejak zaman socrates (seorang filsuf besar yang tinggal di yunani). Memang, perkembangan ilmu pengetahuan alam tidak lepas dari kegiatan berfilsafat manusia.


PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Sebelum Socrates

     Diawali sejak zaman sebelum Socrates, para filsuf banyak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan asal usul alam raya. Awalnya, kegiatan ini dilakukan karna adanya kekaguman dan keingintahuan manusia terhadap segala hal yang mereka lihat dalam hidupnya.
     Arche atau asal muasal menjadi fokus utama perdebatan para filsuf sebelum datangnya socrates. Bisa dibilang bahwa kegiatan ini menjadi cikal bakal dari perkembangan ilmu pengetahuan alam yang ada didunia ini. Sebut saja Phytagoras, seorang filsuf dan juga ahli matematika menyatakan bahwa alam ini tersusun dari angka-angka.

2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Kehidupan Yunani Dikuasai Mitos

     Alam kehidupan yunani memang sangat dikuasai oleh mitos-mitos. Banyak Dewa yang dihubungkan dengan segala fenomena alam yang terjadi pada saat itu. Baik fenomena yang menguntungkan maupun merugikan. Bagi kaum filsuf, keberadaan Dewa hanyalah imajinasi atau proyeksi kelemahan manusia.
     Mereka percaya bahwa manusia mampu menjawab teka-teki alam ini menggunakan alam mereka. Di sanalah, ilmu pengetahuan alam mulai berdiri, diatas rasio akal manusia, dan meninggalkan segala macam mitos yang tidak berguna. Mitos pun pada akhirnya menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan alam itu sendiri.

3. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Copernicus

     Memasuki pertengahan abad, ketika kekuasaan gereja sangat besar, perkembangan ilmu pengetahuan seolah berhenti dari aktivitasnya. Segala hal yang bertentangan dengan TUHAN dan kekuasaannya cepat-cepat disingkirkan oleh gereja. Ilmu pengetahuan alam dan filsafat pun dianggap memasuki masa kegelapan saat itu.
     Usaha keras dilakukan oleh Copernicus, seorang fisikawan yang berani menentang pendirian gereja. Ia menolak argumen gereja yang menyatakan bahwa pusat jagat raya adalah bumi. Menurutnya, jagat raya adalah matahari. Usaha Copercinus ini menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam.
     Bagi Karl Popper, apa yang dilakukan oleh Copernicus adalah revolusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan alam. Copernicus telah membuka jalan besar bagi manusia untuk terus berusaha dalam membuka tabir yang ada di alam raya. Copernicus dianggap sebagai Bapa Fisika Modern generasi awal sebelumdisusul oleh Isaac newton.

4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Fisika Modern

     Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam atau lebih populer dengan sebutan sains, ditandai dengan munculnya fisika modern sebagai tonggak ilmu pengetahuan. Sains modern ini menolak seluruh argumen yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya melalui eksperimental. Adalah perkataan sia-sia bagi mereka jika suatu pernyataan tidak dapat terbukti benar atau salahnya.
     Persis apa yang disampaikan August Comte bahwa perkembangan manusia akan berujung pada puncak ilmu pengetahuan. Mitos, filsafat dan agama, menjadi tergeser argumen-argumennya dan manusia akan sampai pada suatu masa ketika ilmu pengetahuan alam menjadi sangat berperan. Disinilah, perkembangan ilmu pengetahuan alam menjadi perhatian banyak pihak.

5. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam - Newton dan Einstein

     Dua nama tersebut bukanlah tokoh asing yang ada dalam perkembangan ilmu pengetahuan alam. Newton (1643-1727) adalah seorang fisikawan yang terkenal dengan beberapa teori yang ia cetuskan. Misalnya, teori mekanika, optik, atau yang lebih populer tentang gravitasi Newton. Sementara Einstein (1879-1955), lebih terkenal tentang teori relativitasnya.
     Untuk memahami penjelasan Newton
Contoh : Ambil satu buah semangka. Kemudian belah rata menjadi dua bagian. Anda akan melihat titik pusat buah semangka itu. Disanalah menurut Newton pusat gaya tarik bumi berada. Setiap benda yang jatuh  dibumi akan ditarik oleh satu kekuatan menuju pusat bumi.
     Menuru Einstein, gravitasi terjadi karena ruang dan waktu melengkung.
Contoh : Bentangkan sebuah kain sarung dan letakkan buah semangka tepat ditengahnya. Kain sarung diibaratkan sebagai ruang dan sarung, sedangkan semangka sebagai bumi. Angkat ujung sarung (oleh dua orang) secara bersamaan. Maka anda akan melihat bagian sarung yang terkena beban semangka menjadi melengkung sesuai dengan bentuk semangka itu.
     Perbedaan penjelasan dalam dunia sains mengenai suatu peristiwa hal wajar. Terkadang dari perbedaan itulah, ilmu pengetahuan alam terus berkembang. Namun yang menjadi ciri utama pengetahuan alam adalah sifat dan usaha mereka yang selalu mengarah pada  tujuan objektif. Tujuan objektif adalah tujuan yang dilandasi metodologi, eksperimen, dan pembuktian ilmiah.
     Kini perkembangan ilmu pengetahuan alam terus terjadi dengan berbagai cabangnya masing-masing. Fisika pun terbagi-bagi lagi ke dalam konsentrasi yang lebih spesifik, misalnya fisika matematis, fisika teoretis, mekanika, optik, fotoelektrik, elektromagnetik, termodinamika, dan nuklir.
     Perkembangan ilmu pengetahuan alam pada hakikatnya berdampak baik bagi kehidupan manusia. Manusia menjadi lebih pintar serta lebih memahami apa yang sesungguhnya terjadi di alam ini. Karena manusia sudah lebih mengerti, manusia akan dengan sendirinya berpikir untuk "bersahabat" dengan alam serta ilmu pengetahuan yang melingkupinya.


SUMBER : http://www.anneahira.com/perkembangan-ilmu-pengetahuan-alam-13396.htm